G A R D A W I L W A T I K T A

Blog ini bertujuan sebagai wadah/sarana ilmu pengetahuan, sejarah, mitos, dan juga pencarian jejak-jejak peradaban peninggalan Kerajaan-kerajaan di Nusantara.
Silahkan bagi yang ingin mengikuti komunitas ini kita bisa belajar bersama-sama, karena kami juga sangat minim pengetahuan, dan diharapkan kita bisa sharing berbagai informasi tentang sejarah yang ada di Nusantara ini...

Laman

2 Februari 2026

7 Tahun Berdirinya Museum Alas Trik

7 Tahun Berdirinya Museum Alas Trik
         



       3 Februari sebenarnya bukan hari lahirnya Museum Alas Trik tetapi tanggal temuan Situs Bata Kuno yang terletak dibarat Makam dusun Klinter yang kemudian disebut Situs Alas Trik, namun dijadikan hari jadi Museum yang terletak dibelakang Kantor Balai Desa Kedungbocok agar berbeda waktunya dengan Hari Jadi Wilwatikta yang jatuh di bulan November, mengingat Acara tersebut biasanya digelar di Trowulan Mojokerto. 


        Tahun- tahun sebelumnya pihak pemerintah desa Kedungbocok memperingati nya bersamaan dengan Hari Jadi Wilwatikta, atas inisiatif dari Dewa Mega Angga, Jhonkson Prasetyo dan Penulis akhirnya mengusulkan agar kegiatan itu dibuat di bulan Februari bersamaan dengan hari dan tanggal temuan situs Alas Trik yaitu 3 Februari, usulan menggelar acara getol diutarakan Dewa Mega Angga yang seorang Sejarawan dari Artefak Nusantara yaitu membuat lomba menulis di Situs atau di Museum dan menggelar sarasehan Budaya. 

          Setelah serangkaian pertemuan intensif dengan Pemerintah Desa Kedungbocok akhirnya pihak desa setuju kalau kegiatan yang bertema situs dan Museum Alas Trik digelar dibulan ke tiga setiap tahunnya, Acara memperingati 7 tahun Museum Alas Trik segera disusun dengan puncak acara adalah Sarasehan Sejarah dan Budaya dengan menghadirkan Sosok Narasumber utama adalah Bapak Nasrul Illah ketua Team Ahli Cagar budaya Kabupaten Jombang atau lebih dikenal Cak Nas yang merupakan adik kandung Emha Ainun Najib budayawan kondang dari Jombang, lalu Bapak Moedjito seorang budayawan asli Surabaya yang tinggal di Mojokerto dan tentunya Dewa Mega Angga ketua Komunitas Aksi Nusantara dan Artefak Nusantara. 
          Setelah menjalani berbagai persiapan akhirnya acara digelar dibalai desa Kedungbocok senin 3 Februari 2025 sekitar pukul 14.00 WIB , Acara segera dibuka oleh seorang mahasiswi Universitas Islam Uluwiyah yang kebetulan sedang mengadakan Kuliah Kerja Nyata di kecamatan Tarik termasuk salah satunya didesa Kedungbocok, Sambutan pertama oleh Ibu Kepala Desa Kedungbocok Hajah Khoirun Nisa ' dilanjutkan oleh Bapak Haji Mochmmad Ali Ridlo selalu mantan kepala desa Kedungbocok inisiator pembangunan Museum Alas Trik dan Bapak Hari Subagiyo Camat Tarik yang juga hadir memberikan pratakatanya tentang perlunya warga asli Kedungbocok dalam menangani Situs dan Museum Alas Trik ini. 

           Setelah Sambutan Sambutan maka acara utama Sarasehan 7 tahun berdirinya Museum Alas Trik ini digelar, dihadapan para budayawan yang hadir, Warga Desa Kedungbocok dan beberapa You Tober dari luar Sidoarjo, yaitu dari Jombang  ,Jhonkson Prasetyo memandu Sarasehan dengan diawali Alunan musik tradisional Rebab Senar Satu yang bisa memainkan semua genre musik asli Tarik. 
          Cak Nas mengawali prakatanya dengan memuji pemerintah Desa Kedungbocok yang selalu peduli dengan Sejarah dan budaya terutama pada sosok Haji Ridlo mantan kepala desa yang mengawal temuan situs hingga pembangunan museum Alas Trik,museum dan kepada team panitia Peringatan 7 tahun berdiri nya museum Alas Trik, lalu Cak Nas menceritakan kisah awal awal pembukaan Alas Terik hingga menjadi desa Majapahit bahkan menjadi kerajaan, tentunya kisah ini bersumber pada Serat Pararaton dan beberapa Kidung, setelah Cak Nas berikutnya adalah Dewa Mega Angga menceritakan dinamika Temuan Situs yang baru baru ini ditemukan sekitar bulan Desember 2024 disebelah barat temuan awal, Sejarawan asli Surabaya ini mengajak semua yang hadir untuk menghidupkan Budaya dan perekonomian masyarakat terkait keberadaan Situs Alas Trik, juga kerja sama dengan dinas pendidikan maupun sekolah sekolah yang berada di kecamatan Tarik untuk menjadikan Situs Alas Trik sebagai tempat dan sumber penelitian tentang Teknologi, Budaya dan tentunya sejarah. 
         Dan Acara terakhir ditutup oleh Bapak Moedjito atau akrab disebut Mbah Moedjito ini menekankan peranan pemerintah setempat tentang budaya dan sejarah, tanpa kecintaan dan kepedulian aparat pemerintahan didaerah setempat maka sulit untuk melestarikan Budaya apalagi Sejarah yang telah ratusan tahun berlalu demikian tutur pensiunan Bea Cukai ini menegaskan, hingga acara diakhiri dengan beberapa pertanyaan dari beberapa komunitas yang hadir di acara tersebut. 
      Setelah itu acara diakhiri dengan doa dan makan bersama, demikian lah sekelumit acara Sarasehan 7 tahun berdirinya Museum Alas Trik, terimakasih kami haturkan kepada Allah Yang Maha Kuasa, Pemerintah Desa Kedungbocok, Rekan Rekan Panitia, Komunitas Budaya dan masyarakat Desa Kedungbocok Tarik Sidoarjo, semoga Acara ditahun - tahun berikutnya berlangsung lebih meriah dan lebih mengena.

Terimakasih.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Komunitas Pecinta Sejarah dan Budaya - GARDA WILWATIKTA Tado Singkalan - "Menapak Jejak, Mematri Semangat, Mengunggah dan Melestarikan Peradaban Nusantara"

Garda Wilwatikta

Labels