Jasmerah ! Jangan lupakan Sejarah !
Tampilkan postingan dengan label Seketi Balongbendo Sidoarjo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seketi Balongbendo Sidoarjo. Tampilkan semua postingan
25 Desember 2019
TEMUAN TERAKOTA PECAHAN MINIATUR CANDI DI SITUS GUO HINGGA SENDRATARI PERTAMA DI SIDOARJO
Admin08.44Jawa timur., Pelestarian Sejarah dan Budaya, Seketi Balongbendo Sidoarjo
Tidak ada komentar
Minggu akhir dibulan September 2019 kami dari Putra Kedhaton Mojopahit dan Garda Wilwatikta sering berada didesa Seketi karena pihak desa Seketi merencanakan sebuah acara besar yang akan digelar bulan November mendatang , keberadaan kami untuk memberi masukan tentang berbagai hal demi kesuksesan acara tersebut walau beberapa kali sebelumnya kami sudah ke beberapa titik didesa ini untuk melakukan penelusuran jejak peradaban .
Minggu itu tanggal 21 September 2019 kami berbincang-bincang dengan kepala desa , sekretaris desa dengan beberapa orang perangkat desa di Caffe Seketi yang berada di balai desa , Bapak H. Seger Sutrisno kades Seketi terlihat sangat antusias dengan kehadiran kami yang membantu mengangkat dan mengungkap kembali Budaya dan sejarah desa . Bahkan saat itu bapak Seger Sutrisno ingin mengajak kami sowan ke sebuah tempat didekat Petirtaan Jolotundo namun karena malam telah larut akhirnya Beliau mengajak kami ke Situs Guo dan Makam Mbah Prabu Joko , menurut kades Beliau melihat adanya Candi didekat Situs Guo sejak dahulu , kamipun meninggalkan balai desa menuju Situs Guo dengan mengendarai motor .
Sesampai di lokasi seperti biasa penulis berkeliling disekitar situs terutama disisi selatan yang baru saja dibangun pondasi , Dedik Klagen , Mochamad Zuhri ikut berkelilingi diseputar bekas urukan tanah demikian pula Mbah Hadi , tak lama kemudian Dedik Klagen menemukan sebuah pecahan Terakota dan diperlihatkan kepada penulis , yang ternyata pecahan itu adalah sebuah pecahan Terakota dari sebuah miniatur bangunan Candi .
Kami semuanya segera mencari - cari dan menemukan lagi beberapa pecahan Terakota lagi yang semakin memperkuat dugaan kalau itu adalah pecahan miniatur dari sebuah Candi atau setidak- tidaknya gapura Paduraksa .
Penulis pun segera berkata pada bapak Seger Sutrisno , " Pak Lurah bapat tadi bilang kalau menurut penglihatan bapak ditempat ini terlihat beberapa candi , itu bisa saja benar karena yang kita temukan malam ini adalah pecahan Terakota Candi , ini dugaan kuatnya adalah miniatur candi yang sering terlihat itu pak ".
Mendengar perkataan penulis bapak Seger Sutrisno berkaca - kaca serta terbata - bata menjawab , " Alhamdulilah mas berarti benar apa yang saya lihat bahwa di sekitar makam Mbah Prabu Joko ini ada candinya ".
Kemudian segera Bapak Seger Sutrisno mengambil foto dan video atas temuan ini bahkan Beliau dengan terbata - bata bersuara pada rekaman video tersebut , temuanpun semakin banyak sehingga memaksa pak Sekdes Fery untuk memanggil anak- anak karangtaruna untuk membantu membawa temuan penting ini di balai desa Seketi sambil mewanti - wanti mereka untuk tidak memosting dulu temuan ini ke media sosial demi keamanan . Dokumentasi Video lihat disini
https://youtu.be/iHL27BtuPsU .
Setelah itu kami semua duduk diatas tikar yang telah digelar untuk berdoa karena telah diberikan salah satu bukti penting kalau dahulu kala pernah ada peradaban besar di desa Seketi .
Tidak lama setelah peristiwa itu pihak desa Seketi menyampaikan kepada kami komunitas yang ada di Situs Alas Trik Kedungbocok Tarik Sidoarjo akan menggelar acara kirab budaya besar - besaran seperti yang pernah diadakan dikedung bocok namun diadakan ditengah - tengah festival Kampung Bambu , saat itu penulis menjanjikan akan mengajak seseorang yang biasa menangani acara kirab budaya untuk membantu desa Seketi menggelar acara .
Lihat disini video Sarasehan Budaya https://youtu.be/qWpkSwo0gFU .
Adalah Ahmad Mambo begitu namanya akrab dipanggil , seorang seniman penggiat budaya dari Gedeg Mojokerto yang sudah malang melintang di Mojokerto , Jombang dan daerah lain sukses menggelar berbagai macam acara budaya seperti kirab dan sendratari . Akhirnya Mambopun datang ke rumah penulis untuk kemudian datang ke desa Seketi menemui Sekdes mas Fery bersama mas Abdul Rohman bayan Seketi membahas acara yang akan digelar didesa Seketi .
Selanjutnya Mambo , Taurus , Pardy serta teman - temannya dengan sabar dan telaten melatih ibu - ibu PKK , pemuda - pemudi serta tak ketinggalan RT RW setempat untuk bermain sendratari yang rencananya akan digelar selain acara kirab , sebuah keinginan besar untuk mengangkat cerita legenda desa Seketi yaitu Legenda Prabu Joko .
Tentu saja banyak tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan acara - acara tersebut , mulai dari sulitnya mengumpulkan orang untuk mau diajak berlatih sendratari sebanyak itu lebih - lebih mereka bukanlah penari , jadi sangatlah susah untuk mewujudkannya namun karena ketekunan , kesabaran serta kemauan kuat dari ibu - ibu PKK , pemuda - pemudi setempat juga dukungan total pemerintah desa Seketi akhirnya Sendratari itu bisa digelar . Lihat disini video kirab budaya Suryaning Mojopahit
https://youtu.be/KAOQaXB81Xg .
7 dan 9 November 2019 Rangkaian Acara Festival Kampung Bambu Seketi sukses digelar , baik acara UKM desa yang menampilkan produk - produk andalan Seketi maupun acara Budaya nya seperti Sarasehan Budaya , Pameran Benda Cagar Budaya , Pameran Pusaka ,Kirab budaya Suryaning Mojopahit dan Acara puncak Sendratari Legenda Prabu Joko .
Penulis menyaksikan sendiri dalam kirab budaya yang dimulai dari Sentono Projo itu dibuka sendiri oleh bupati Sidoarjo yang dihadiri berbagai komunitas seperti Mojopahit Lelono , Save Trowulan , Relawan Putra - Putri Mojopahit , Putra Kedhaton , Garda Wilwatikta , Lipan , Gerbang Kertosusilo , Sanggar Bhagaskara dan lain - lain juga acara puncaknya yaitu Sendratari Legenda Prabu Joko yang sukses digelar warga Seketi , terlihat setelah pementasan para pemain , kades beserta jajarannya termasuk Mambo , Taurus menangis haru , mereka semua tidak menyangka akan bisa menggelar acara sebesar ini bahkan ini adalah acara pertama di Sidoarjo , sebuah desa mampu menggelar sendratari kolosal ! Lihat disini video Sendratari Legenda Prabu Joko https://youtu.be/FqS9GuUyZTM.
Selamat untuk desa Seketi , selamat melestarikan Budaya dan Sejarah !
Jasmerah ! Jangan lupakan Sejarah !
Jasmerah ! Jangan lupakan Sejarah !
Terimakasih
Agus Subandriyo , Penulis .
16 Maret 2019
Selayang Pandang Jejak Peradaban Desa Seketi
Pada hari itu Ki Moctar Ali menghadap ke kotaraja Mojopahit di Antawulan untuk meminta izin dari Prabu Majapahit memenuhi perintah gurunya menyebarkan agama Islam di wilayah Majapahit .
Baginda Prabu setelah mendengar penuturan Ki Moctar Ali tentang keinginannya melaksanakan perintah Sunan Ampel segera memberikan izin dan restunya bahkan Beliau memerintahkan beberapa orang punggawanya untuk menyertai Ki Moctar Ali menuju arah timur yaitu Alas Trik tempat dimana Majapahit didirikan , Ki Moctar Ali menuju arah timur Alas Trik disana menemukan bekas bangunan kuno yang berupa lorong kuno didekat pohon Kecacil yang terkenal angker dan wingit .
Oleh Ki Moctar bekas lorong tersebut dipergunakan sebagai tempat bertafakur mendekatkan diri pada Tuhan karena sebelumnya Beliau bermimpi didatangi Sunan Ampel gurunya untuk mendapatkan petunjuk dalam melaksanakan tugasnya mensyiarkan agama Islam , begitulah sedikit illustrasi yang bisa penulis nukilkan dari Sejarah Situs Guo dan Makam Prabu Joko yang tertulis di Website Desa Seketi .
Memang benar bila kita melihat secara teliti didalam lobang Guo tersebut disisi timur terdapat struktur bata yang mirip dinding yang berorientasi utara dan selatan demikian pula disisi barat namun dibagian ini terlihat miring mungkin terkena desakan akar pohon Kecacil yang ada , selain itu melihat ukuran bata kuno yang besar dan tebal dengan ukuran rata- rata 32.5 cm × 22.5 cm dengan ketebalan sampai 7 cm menunjukkan kalau bata-bata kuno ini diduga kuat berasal dari era Majapahit , ini menunjukkan kalau di desa Seketi ini terdapat jejak peradaban kuno seperti didesa Suwaluh , Watesari , Kemangsen dan Bakalan Wringinpitu .
Memang benar bila kita melihat secara teliti didalam lobang Guo tersebut disisi timur terdapat struktur bata yang mirip dinding yang berorientasi utara dan selatan demikian pula disisi barat namun dibagian ini terlihat miring mungkin terkena desakan akar pohon Kecacil yang ada , selain itu melihat ukuran bata kuno yang besar dan tebal dengan ukuran rata- rata 32.5 cm × 22.5 cm dengan ketebalan sampai 7 cm menunjukkan kalau bata-bata kuno ini diduga kuat berasal dari era Majapahit , ini menunjukkan kalau di desa Seketi ini terdapat jejak peradaban kuno seperti didesa Suwaluh , Watesari , Kemangsen dan Bakalan Wringinpitu .
Lebih- lebih ditimur desa Seketi tepatnya didusun Klagen desa Tropodo masuk kecamatan Krian terdapat Temuan Prasasti kuno era Kahuripan yaitu Prasasti Kamalagyan yang isinya menceritakan pembangunan sebuah Dawuhan atau bendungan Waringin Sapta karena adanya banjir besar yang merusak pertanian dan pemukiman penduduk saat itu , tentu saja ini bisa menjadi sebuah dugaan kalau didesa Seketi juga bagian dari peradaban Kahuripan tersebut , setidak- tidaknya era Majapahit .
Pemerintah desa Seketi dibawah koordinasi Bapak H. Seger Purwanto , Sekretaris Desa Bapak Fery Ariestyanto , Bapak Samsul Hadi dan Bapak Abdul Rochman sejak tahun 2013 berupaya merawat dan melestarikan peninggalan tersebut dengan membebaskan lahan , membuat jalan masuk , membuat pagar dan sejumlah fasilitas yang lain di Situs Guo dan Makam Prabu Joko ini termasuk berupaya menelusuri sejarah asal- usul desa Seketi seperti yang tertulis di Website desa Seketi .
Upaya melaporkan Situs Guo juga sudah dilakukan oleh Pemerintah desa Seketi ke Dinas terkait di kabupaten Sidoarjo yang akan diteruskan ke Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur , namun belum ada tindak lanjutnya .
Beberapa hari yang lalu Kami dari komunitas yang bergerak di Situs Alas Trik mengunjungi Situs Guo untuk bersilahturahim dengan warga dan Pemerintah desa Seketi untuk sharing tentang berbagai hal terkait situs , beberapa hari setelahnya beberapa teman dari komunitas Keris juga merapat disitus yang dipimpin mas Aris Siswanto diterima dengan hangat oleh Kades H. Seger Purwanto demikian pula perangkat desa yang lain seperti Pak Fery mas Agung .
Ada beberapa versi yang ada tentang peradaban yang ada didesa Seketi yang intinya berawal dari masa Kahuripan dilanjutkan era Majapahit , menurut versi dari mas Aris Siswanto setelah era Kahuripan berakhir tempat tersebut dijadikan semacam pendharmaan seorang Patih awal Majapahit yang bernama Prajapati dan ada sebuah versi lain lagi .
Menurut keterangan bapak Sudiyo putra dari Ibu Sadiyah Almarhum selaku juru kunci ketika masih hidup ada sebuah sumur kuno diselatan Situs Guo , kini diluar pagar dan ada sebuah struktur bata ditempat lain namun masih satu garis bisa ditarik dari situs Guo , demikian sejumlah warga menceritakan ada temuan bata bata kuno besar disungai maupun persawahan .
Dari keterangan diatas dapat disimpulkan kalau situs Guo ini bukan situs tunggal , ada rentetannya disekitarnya , demikianlah sejumlah upaya terus dilakukan oleh warga dan pemerintah desa Seketi untuk mengetahui bagaimana sebenarnya sejarah desanya dengan mengundang Jawa pos untuk meliput Situs Guo dan Makam Prabu Joko agar mendapat respon dari pihak terkait .
Semoga akan ada respon dari pihak terkait ...
Terimakasih
Agus Subandriyo , Penulis.


















