G A R D A W I L W A T I K T A

Blog ini bertujuan sebagai wadah/sarana ilmu pengetahuan, sejarah, mitos, dan juga pencarian jejak-jejak peradaban peninggalan Kerajaan-kerajaan di Nusantara.
Silahkan bagi yang ingin mengikuti komunitas ini kita bisa belajar bersama-sama, karena kami juga sangat minim pengetahuan, dan diharapkan kita bisa sharing berbagai informasi tentang sejarah yang ada di Nusantara ini...

Laman

12 Juli 2026

Jejak Peradaban Siwalan Panji Buduran Sidoarjo


Siwalan Panji adalah sebuah desa yang berada di wilayah kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur, Saya Penulis bersama Almarhum Moch. Azriel Ilham pada tahun 2021 sempat melakukan penelusuran jejak peradaban dibeberapa desa di kecamatan Buduran tanggal bulannya kami tidak mencatatnya. 
          Ketika itu hari sudah siang kami mengunjungi sebuah makam yang berada ditepi jalan, makam tersebut adalah makam dusun Bedrek berada dalam wilayah desa Siwalan Panji, Azriel segera memasuki kawasan pemakaman ini yang ternyata ada makam ulama Besarnya yaitu KH. Hamdani pendiri Pondok Pesantren Al Hamdaniyah tahun 1787 , KH. Ya'wub dan KH. Moch. Khozin namun kami berdua tentunya tidak memasuki kompleks makam Ulama Ulama tersebut juga tidak membahas keberadaannya tetapi menelusuri jejak jejak peradaban klasik yang mungkin ada dimakam Bedrek ini. 
 
Kami berdua segera berpencar untuk mencari jejak jejak peradaban dimakan ini, ternyata cukup banyak jejak jejak peradaban klasik yang ada di makam Bedrek ini, bata bata kuno yang berukuran besar cukup banyak ditemukan dan sebagian besar telah beralih fungsi menjadi Nisan, ukurannya pun bervariasi ada yang berukuran panjang 35 cm x 21 cm dengan tebal 8 cm namun kebanyakan ada yang berukuran lebih besar dan lebih tebal yaitu panjang 45 cm x 22 cm tebal 12 cm. 
Dari banyaknya bata bata kuno yang didapati dimakam Bedrek ini juga ada baru andhesit yang ternyata ada walaupun tidak sebanyak bata kuno nya bisa diduga kalau dimakam Betrek ini pernah ada sebuah bangunan klasik yang cukup besar, apalagi dalam penelusuran ini kami juga mendapati sebaran fragmen tembikar yang cukup banyak dibeberapa titik namun dalam kondisi yang sudah hancur, kemungkinan fragmen tembikar tersebut didapati ketika menggali tanah untuk liang lahat sebuah makam warga yang meninggal dunia lalu mungkin hancur terkena cangkul kemudian terangkat dipermukaan tanah demikian pula bata bata kuno tersebut yang dialih fungsikan sebagai nisan. 
Dari era manakah jejak jejak peradaban ini berasal mungkin bisa diperkirakan dari ukuran bata kuno yang ada, semakin besar bata kuno nya semakin tua masa nya, kemungkinan dari masa Medang yang terus dipergunakan pada masa masa berikutnya itu diduga karena ada bata kuno yang ukurannya lebih kecil, demikianlah catatan yang bisa kami tuliskan pada kesempatan kali ini. 



Terimakasih
Agus Subandriyo, Penulis
 
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Komunitas Pecinta Sejarah dan Budaya - GARDA WILWATIKTA Tado Singkalan - "Menapak Jejak, Mematri Semangat, Mengunggah dan Melestarikan Peradaban Nusantara"

Garda Wilwatikta

Labels