6 Juli 2023
Gebyar Karnaval pertama didusun Tado
Akhirnya penulis menyampaikan idenya dihadapan warga RT 06 yang berkumpul dirumah bapak RT Slamet dan warga menyetujuinya, lalu dimulailah pembuatan kostum, properti dan perlengkapan lainnya. Sejumlah pemuda seperti, Apri, Aziz, Azriel, Rendi, Beni, Atta , Firman dan lain lainnya turut serta membuat sejumlah keperluan diatas dengan bahan bahan seadanya
Dengan segala persiapan akhirnya warga RT 06 tampil di Karnaval dengan Sebelumnya sowan dahulu ke punden Doro tempat yang diduga kuat sebagai tempat bersejarah pertemuan Narraya Sanggramawijaya dengan jendral Mongol
warga RT 06 tampil beda dengan peserta lainnya karena umumnya acara Karnaval hanya diisi hiburan musik dangdut dan berjoget saja namun RT 06 justru memperdengarkan untaian cerita sejarah yang mengherankan.... walau pengeras suaranya memang kurang bagus
Jasmerah Jangan Lupakan Sejarah!
7 Maret 2022
Sketsa sebagai Illustrasi memudahkan dalam mempelajari Sejarah
Sejarah adalah sebuah peristiwa yang telah lampau, peristiwa yang sudah asing bagi masa sekarang, masa millenial katanya orang tentu saja untuk mempelajarinya cukup sulit bagi kita yang telah berbeda segalanya dengan masa lalu.
Salah satu upaya mempermudah dan membuat kita seolah olah bisa membayangkan masa lalu adalah membuat sketsa Illustrasi tentang peristiwa atau berbagai bentuk yang mewakili masa lalu, contohnya sketsa tentang bangunan klasik, tokoh, pernak pernik aksesoris klasik misal pusaka, perhiasan maupun pakaian klasik. Dalam pembuatan sketsa itu tentu tetap memakai acuan data literasi Sejarah yang ada seperti relief reliaf panel yang ada diberbagai Candi, Arca arca, Terakota dan Implementasi dari naskah naskah Sejarah yang ada seperti Serat Negarakertagama, Serat Pararaton dan seterusnya, dari sumber sumber data sejarah tadi diolah sesuai rasa dan kreativitas sang pembuat sketsa atau biasa disebut Illustrator.
Karena sifatnya hanya untuk mempermudah dan membuat seolah olah seperti kembali ke masa lalu tentu karya sketsa atau Illustrasi bukanlah sesuatu yang valid atau sebuah rekonstruksi sejarah, karena memang bukan begitu tujuannya .
Untuk rekonstruksi sejarah tentunya membutuhkan berbagai riset yang rumit dari berbagai unsur dalam mengungkap sejarah mulai dari Arkeologi, Histrografi, Filologi dan lain lainnya, dalam upaya memperkenalkan sejarah lewat sketsa illustrasi penulis telah memulai karya karyanya lewat YouTube Garda Wilwatikta dan bekerja sama dengan Arkeovlog dengan menampilkan proses pembuatan sketsa illustrasi tentang sejarah.
Terima kasih
Agus Subandriyo Penulis
30 September 2021
Sebuah Jejak dari Masa Lalu, Punden Kuyomolo Rejosari Sumber Rame Gresik
Sungguh apa yang ada hari ini tidak akan terlepas dari yang pernah ada dimasa lalu, masa lalu tidak pernah benar benar hilang dari kehidupan kita, masa lalu hanya sekedar berdiam diri untuk kemudian menampakan diri kepada dunia kalau ia benar benar nyata.
Sekitar tanggal 17 September 2021 sejumlah warga Rejosari Sumber Rame Wringinanom Gresik seizin kepala desa Sumber Rame berniat membuat sebuah kolam untuk wahana wisata desa, kegiatan yang diprakarsai mas Nursilam tersebut dimulai dengan melakukan pembersihan diatas tanah disebelah selatan punden Kuyomolo yang menurut cerita turun temurun adalah sebuah Sendang.
Dengan menggunakan alat berat mereka menggali tanah hingga kedalaman sekitar 2,5 meter alat berat membentur benda keras, setelah diangkat ternyata benda keras tersebut adalah bata bata kuno yang berukuran besar, karena penasaran sejumlah warga memastikan langsung apakah yang ada didasar kolam, ternyata terdapat struktur bata kuno yang menyerupai pondasi ada disitu.
Struktur pondasi bata kuno tersebut menurut keterangan warga berorientasi timur barat dan utara selatan, namun karena derasnya sumber air dikolam itu juga banyaknya lumpur membuat struktur bata itu sulit terlihat ( Lihat Videonya disini https://youtu.be/hTDg3_ZtTfA)
Berita tentang adanya temuan Struktur bata kuno dikolam tersebut telah beredar luas dimedia Sosial sehingga membuat Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Gresik turun tangan melakukan sidak dilokasi temuan, namun karena air dan lumpur telah meninggi membuat para petugas dari Dinas tersebut tidak bisa melihatnya secara jelas, mereka hanya mencari informasi kepada sejumlah warga yang turut menggali kolam.
Kemudian pada tanggal 23 September 2021 sejumlah warga membuat saluran air dibarat pohon Beringin agar air hujan bisa mengalir ke kolam ternyata kembali menemukan struktur bata kuno, karena penasaran warga mencoba mencari sampai kemana struktur bata kuno tersebut mengarah, dari penggalian tersebut terlihat orientasi struktur barat utara selatan dan timur barat.
Ada sekitar 14 lapis bata , dengan ukuran bata yang terbesar berukuran 39 x 34 centimeter dengan tebal 7 centimeter, atas temuan ini mas Nursilam telah berkoordinasi dengan pemerintah desa Sumber Rame dan langsung melaporkan ke kantor Dinas Pariwisata dan Budaya di Gresik, pihak Dinas meminta penggalian dihentikan menunggu sidak berikutnya dari pihak terkait.
Dari Temuan tersebut dapat dibuat sebuah kesimpulan kalau situs situs masa lalu tersebut biasa berada di makam, punden namun juga bisa ditelusuri dari nama dusun, desa atau nama punden, dari perbincangan penulis dengan sejumlah warga disana ternyata situs tersebut tidak situs tunggal dari keterangan warga yang membuat pondasi rumah atau sanitasi mereka juga menemukan struktur bata kuno, sumur kuno, peralatan memasak dari batu yaitu lumpang batu dan ternyata menurut kisah warga yang sudah sepuh dahulu nama dusun Rejosari pernah bernama Beji, kemudian berganti nama Wonokoyo lalu berganti lagi dengan nama Kambing dan sekitar tahun 1978 berubah lagi menjadi Rejosari hingga kini, Beji adalah sebuah nama yang ada di sejumlah daerah itu berkaitan dengan air, contoh situs Sumber Beji Jombang yang kita ketahui sekarang adalah sebuah petirtaan mewah pada masa klasik, dulu Sumber Beji adalah sebuah punden yang ada semacam sumber airnya , dari kesamaan nama dan adanya temuan struktur bata kuno ini terlebih adanya cerita tentang sebuah Sendang di Punden Kuyomolo ini bukan tidak mungkin memang pernah ada sebuah petirtaan disini...
Sejumlah warga yang peduli dengan situs yang baru terungkap ini berharap agar pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur segera melakukan sidak dan upaya penyelamatan terhadap situs yang diduga kuat sebagai tinggalan cagar budaya ini..
Agus Subandriyo, Penulis.
22 Juli 2021
Jejak Kekunoan di Desa Sumber Gondang ( Jejak Pengungsiian Jayanagara) ?
Dalam Serat Pararaton disebutkan ketika terjadinya pemberontakan Dharma Putra yang dipimpin Ra Kuti, kotaraja jatuh ke tangan musuh demikian pula kedhaton juga berhasil dikuasai, sebelum pasukan Ra Kuti memasuki Puri Dalem Raja, Bekel Mada pemimpin prajurit Bhayangkara secara diam - diam membawa Raja dan keluarganya meninggalkan Puri untuk menyelamatkan diri.
Melalui jalur - jalur jalan rahasia mereka meninggalkan Kotaraja menuju tempat yang aman dari kejaran Ra Kuti, menurut Pararaton Bekel Mada membawa Prabu Jayanagara beserta keluarganya ke Badander, dimanakah Badander itu? Hari Selasa 20 Juli 2021 bertepatan dengan Hari Idul Qurban kami penasaran dengan sebuah tempat yang bernama Jaladri, Jaladri atau warga setempat menyebutnya Jeladri adalah sebuah Situs kekunoan yang berada diperbukitan diwilayah desa Sumber Gondang Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang. Setelah berkumpul dirumah mas Dwi Tombol yang berada tepat didepan Prasasti Gurit, sebuah prasasti peninggalan Airlangga didusun Sumber Gurit, Katemas, Kudu kami segera menuju desa Sumber Gondang untuk terlebih dahulu sowan kepada Bapak Sambang warga dusun Bedander yang merupakan ketua Paguyuban Damar Panuluh.
Menurut keterangan Bapak Sambang ini Badander yang dimaksudkan dalam Pararaton itu bukanlah Bedander yang berada diwilayah Bojonegoro tetapi Bedander yang ada disini yaitu Bedander, Sumber Gondang Kecamatan Kabuh, karena menurut Beliau jejak dan cerita rakyat tentang Pengungsian Prabu Jayanagara tersebut lengkap , mulai dari tempat persembunyiannya yaitu Jeladri yang berada diatas puncak perbukitan kemudian sebuah tempat tinggal setelah kondisi aman yang disebut Pagar Banon, Pagar Banon ini artinya sebuah tempat yang dikelilingi pagar bata.
Namun sayang sekali bukti adanya Pagar Banon tersebut kini sudah lenyap hanya ada sebuah tempat didekat Pagar Banon itu yaitu sebuah Punden yang terdapat beberapa Lumbang batu.
Kembali pada Situs Jaladri yang menurut keterangan Bapak Sambang disebut juga sebagai Punden Sentono Agung Jeladri, konon menurut cerita rakyat turun temurun Jeladri adalah tempat pemujaan sejak era Airlangga berlanjut masa Majapahit hingga masa Islam, memang dari tampilan sekarang Jeladri sudah tidak aslinya, karena mingkin dahulu ditemukan sudah dalam kondisi rusak kemudian ditata ulang ala kadarnya oleh penduduk setempat entah pada masa apa.
Dari ukuran bata kuno terlihat adanya beberapa ukuran yang berbeda, ada yang besar sekali ada yang ukurannya lazim era Majapahit dan ada yang lebih kecil, itu menunjukkan dari berbagai masa. Selain bata kuno disitus Jeladri ini terlihat banyak umpak batu dari berbagai ukuran, ini menunjukkan kalau dahulu ada bangunan yang beripa pendopo atau bahasa kunonya adalah Mandapa atau Madepa dalam bahasa Madura.
Terdapat pula beberapa lumpang batu, juga sebuah fragmen batu yang berbentuk seperti Manggis ( seoerti temuan batu Manggis Terung Wetan) apakah batu berbentuk Manggis itu asli temuan dari sini ataukah pindahan dari tempat lain tentu ini akan menarik, karena menurut pendapat Batu Manggis yang ditemukan di Terung Wetan itu adalah Jangkar Kapal, apakah Batu Manggis Jeladri itu juga fungsinya sama?
Apakah dulu ada sungai kuno disekitar Jeladri? Hingga ada sebuah Jangkar kapal ditemukan disini? Lebih lebih dari namanya sudah aneh... Jaladri...
Terimakasih









