31 Juli 2020
Jejak Peradaban di dusun Ngembul desa Kepuh Klagen Wringinanom Gresik
Museum Kreweng
5 Maret 2020
SENTONO PROJO JEJAK PERADABAN KUNO
Punden Sentono Projo begitu warga dusun Sonosari menyebutnya, dusun Sonosari masuk wilayah desa Seketi Kecamatan Balongbendo Kabupaten Sidoarjo. Punden ini menurut penuturan Bapak Bambang Ketua RW setempat dulunya sangat wingit dengan lokasi dikelilingi rerimbunan bambu dan semak belukar yang lebat, cukup membuat nyali orang ciut untuk memasukinya.
Menurut penuturan Bapak Bambang beliau bersama Ustad Bari dan beberapa orang melakukan pembersihan di punden ini sehingga suasananya tidak sewingit dulu, Punden Sentono Projo ini terdapat sebuah pohon Kepuh yang cukup besar juga ada beberapa pohon lainnya, dibawah pohon Kepuh terdapat tumpukan pecahan bata kuno dengan ukuran besar, salah satunya berukuran 36 x 21 centimeter dengan ketebalan 7 sampai 9 centimeter.
Beberapa waktu yang lalu sebelum acara Festival Kampung Bambu digelar kami bersama Mas Ferry Aries Tya Sekretaris Desa Seketi sempat melakukan observasi kecil dibawah pohon Kepuh terutama dibawah akar - akarnya yang besar, dalam observasi tersebut Mochammad Azreil mencoba membersihkan tanah disela - sela akar pohon tersebut terlihat tumpukan bata kuno yang menyerupai struktur bangunan.
Mas Ferry segera mendokumentasikan struktur ini demikian pula kami, menurut dugaan awal kami dibawah pohon Kepuh tersebut ada sebuah struktur bangunan kuno, sebelumnya mas Ferry juga menemukan beberapa bata kuno yang dibentuk pola disalah satu sisinya .
Demi keamanan kami menutup kembali struktur bata dibawah akar tersebut sambil menunggu koordinasi pemerintah desa setempat tentang temuan di Punden Sentono Projo tersebut. Nama Sentono Projo sendiri bila diartikan berhubungan dengan nama elemen dalam tatanan kerajaan zaman dulu, bila dilihat dari lokasinya punden ini cukup berdekatan dengan titik - titik peradaban yang ada didesa lain seperti Watesari, Prambon, Suwaluh, Tropodo yang bisa dikatakan saling terkait satu dengan lainnya sehingga bisa disebut sebagai satu kawasan besar situs kuno yang tergelar sejak era Kahuripan.
Dari era Kahuripan dilanjutkan era Jenggala yang pusat pemerintahannya diduga kuat berada di kabupaten Sidoarjo terutama disekitar kecamatan Prambon, Krian , sebagian Tarik dan Balongbendo lalu bersambung hingga era Majapahit yang didirikan tak jauh dari desa Seketi yaitu di Alas Trik didesa Kedungbocok sekarang.
Kini sampel bata kuno dari Punden Sentono Projo disimpan di Etalase Artefak dibalai desa Seketi bersama artefak yang ditemukan di Situs Guo , semoga saja akan ada upaya serius dari pihak yang terkait dalam penyelamatan jejak peradaban di Punden Sentono Projo khususnya dan situs - situs lainnya.
5 Januari 2020
Temuan Patek Pancing Perunggu era Majapahit (Negara Maritim)?
Menurut Pak Tjahja Patek Pancing dengan ukuran itu bukan untuk memancing di perairan sungai tetapi untuk mencari ikan di lautan , dengan demikian dapat disimpulkan kalau Nelayan zaman Majapahit sudah mengarungi lautan tentunya dengan kapal - kapal yang besar karena berada dilautan.
Menurut keterangan Pak Tjahja di kolam Segaran Trowulan juga ditemukan Patek Pancing tetapi terbuat dari emas , mungkin kolam Segaran dahulu adalah tempat keluarga Raja reflesing (mancing).
Dari Situs perjalanan dilanjutkan menuju tepian sungai Porong untuk melihat kondisi sungai juga endapan lumpur yang ada, menurut saran Pak Tjahja untuk mengurangi endapan lumpur sungai Porong, endapan lumpur tersebut bisa diambil dan dimanfaatkan menjadi bahan baku kerajinan Terakota, disamping mengurangi bahaya banjir endapan lumpur sungai ini amat bagus buat bahan Terakota yang nantinya sebagai wujud melestarikan Majapahit lewat pembuatan Terakota khususnya meniru Terakota yang telah ditemukan.
Petualangan hari Sabtu 4 Januari 2020 diakhiri disebuah warung kopi dikawasan Dam Rolak Songo Mlirip, terimakasih atas kunjungan Yayasan Abiyasa Nusantara di kawasan Situs Awal Majapahit Alas Trik, terimakasih atas segala saran, sumbangan dan kritikan mohon maaf atas segala kekurangan.
Semoga dengan adanya kritikan akan membuat situs dan Museum desa Alas Trik maju serta mandiri...
Terimakasih ...











